Selasa, 13 Januari 2009

ilmu STI sangat lain daripada yang lain. awal mengenalnya, kebanyakan anggota merasa sama saja dengan ilmu pernafasan dan tenaga dalam perguruan lain. tetapi, melihat metode latihan, olah nafas dan jurus yang dibuat, ilmu STI sungguh khas dan tak ada yang setara dengannya. ini sungguh unik, asma' jiwa raga dengan huruf hijaiyah. dibarengi dengan ilmu hikmah yang berlandaskan ketauhidan. berpedoman pada qur'an. mengajak untuk selalu bersujud. melakukan shalat.

shalat malam

gampang sekali menguasai ilmu STI. hanya dengan shalat malam dan dzikir yang dilakukan dengan teratur. melakukan latihan sesuai dengan instruksi dewan pelatih. dan efeknya buat jiwa raga memang sungguh luar biasa!
jadi, jika anda ingin selamat dunia akhirat, bergabunglah dengan STI.

Senin, 12 Januari 2009

latsar

suatu saat di sore hari. waktu itu sekitar tahun 1999. aku anggota latsar angkatan 66. pertama kali membuat jurus dasar, tak ada niat apa apa, kecuali rasa ingin dan ikhlas menguasai ilmu beladiri ala STI. sebelum latsar aku bertanya pada teman yang mengajak aku masuk jadi anggota STI, begini, "Bisa ngga ? ntar latsarnya aku jalani selama sehari ?". Teman aku itu tersenyum, lalu jawabnya, "Ya kalo mampu, bisa saja. coba saja ntar kuat ndak".
Akhirnya beberapa jurus bisa aku lalui, ketika hendak masuk ke satu jurus tertentu, tiba-tiba aku mencium bau kemenyan dibakar amat menyengat. Meski heran, aku tetep diam. Sambil berpikir, apa mungkin di sore hari di lingkungan Gedongkuning ada orang yang bakar kemenyan? Tapi akhirnya aku tak peduli, tetap mengikuti perintah melakukan gerakan jurus selanjutnya. Baru memasuki beberapa putaran aku merasa mual dan kehilangan keseimbangan. Tiba-tiba aku muntah. Aku terhuyung. Perut serasa diaduk aduk. Badan gemetar makin lemah. Beberapa kali aku muntah. Tubuh makin tak berdaya. Aku tak bisa melanjutkan ke gerakan jurus selanjutnya. Berhenti sampai di situ. Terus muntah dan mual. Bahkan aku berasa ingin buang air besar. Kuberanikan meminta ijin pada Guru Pembimbing. Aku dianjurkan pergi ke masjid yang letaknya sebelah barat Padepokan kira kira berjarak lebih kurang 500m. Dengan badan lemah aku paksakan bertahan dan berjalan menuju masjid. Lama sekali aku buang air besar di kamar kecil masjid. Sampai akhirnya aku dijemput dengan memakai motor si pitung oleh salah seorang Guru Pembimbing, orang itu adalah Mas Wakhid yang rambutnya ikal panjang suka dikuncir ekor kuda. Sampai kembali ke Padepokan, badan makin lama makin lemah, gemetar. Akhirnya aku menggigil. Seluruh teman latihan sudah bubar karena waktu sudah hampir maghrib. Aku masih tertahan di situ, di padepokan dengan beberapa pembimbing yang menjagaku. Badanku makin menggigil. Serasa ditusuk tusuk rasa dingin dan beku luar biasa. Seolah olah aku dipukuli oleh ribuan rasa dingin dengan terpaan angin yang menyambar nyambar. Aku makin tak berdaya tergeletak di ruang padepokan. Kedinginan tiada ampun. Perut terus serasa diaduk aduk tak karuan. Tanganku menyilang di dada menahan rasa beku tanpa ampun. Hanya mulutku yang terus menyuarakan "Allah....Allah...Allah...." terusss... tanpa henti. Seperti orang mati. Aku pasrah dan ikhlas. Sampai akhirnya aku mencoba berpikir realistis bahwa aku saat itu cuma kena masuk angin. Maka aku meminta reumasson pada pembimbing yang ada di ruangan itu. Seingatku Mas Kasno yang ngasih. Lalu diletakan di samping tempat aku tergeletak tak berdaya. Dengan sekuat tenaga aku mencoba bangkit untuk duduk. Mencoba mengambil reumasson untuk aku gosokkan ke perut supaya rasa mual dan dingin itu berhenti. Dan..... aku bisa bangkit duduk!...tapi yang terjadi perutku serasa berubah seperti ember yang tertumpah. Aku kembali muntah. Seolah olah seluruh isi perut keluar tanpa sisa sama sekali. Dan itu terjadi di dalam ruangan padepokan yang menjadi satu dengan tempat tinggal Abang waktu itu. Setengah mati aku menjalaninya. Serasa abis sisa sisa kekuatan tubuhku. Seolah hilang tulang sungsumku. Lemah tak berdaya. Bahkan sampai melewati batas Shalat Isya'.
Akhirnya, sekarang aku tau bahwa kejadian waktu itu, tidak lain dikarenakan aku pernah mempelajari ilmu syirik dan musyrik. Ilmu kejawen yang harus memakai sesajen dan bakar kemenyan. Bahkan pesan guru yang dulu, kalau aku merasa lemah aku diharuskan ngemil kemenyan!
Alhamdulillah, dengan STI akhirnya semua ilmu itu hilang pergi.

Rabu, 07 Januari 2009

sederhana saja

sederhana saja, tujuan STI mengembangkan ilmu beladiri tenaga dalam berdasar iman tauhid adalah syiar islam. Banyak ilmu beladiri didirikan, dasar keilmuannya pun macam-macam. salah satunya lewat ilmu qur'an yang dikemas dalam bentuk beladiri pernapasan ala STI. Tujuannya adalah mengajak untuk selalu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dalam hal ini, yang berhubungan dengan ilmu supranatural. STI menolak segala bentuk kemusyrikan dan syirik berat. Untuk menjaga agar banyak umat islam tidak larut dalam dunia supranatural yang menyimpang itu, maka didirikanlah STI.

Minggu, 04 Januari 2009

ringin putih

setiap hari Minggu pagi, dimulai dari jam 07.00 WIB, suasana lapangan ringin putih di jalan Ampel tampak hangat oleh peluh dan teriakan para anggota Silat Tauhid Indonesia Pusat yang sedang berlatih dengan para guru pembimbingnya. Tak jarang, di dalam latihan itu, tampak Abang (sapaan akrab) Andri Rifai Ibnu Gambang, SH, Guru Besar/Pewaris Tunggal Ilmu Sujud Tenaga Dalam Silat Tauhid Indonesia, turut serta hadir membimbing para anggota lain yang giat berlatih. Mereka adalah anggota dari tingkat iqra, iman, kalam dan juga tingkatan akbar. Suasananya santai tapi khidmat. Kadang diselingi canda, tapi juga penuh keseriusan.

Jumat, 02 Januari 2009

Salam

Assalamualaikum wr wb

saya anggota STI tingkat Kalam 8,
yang suka browsing dunia maya,
dan kebetulan menemukan website STI Cabang Surabaya,
serta sebuah bloq tentang STI.
ini atas nama pribadi,
tanpa bermaksud apa apa dengan STI Pusat,
hanya mewakili hubungan dunia maya,
antara STI Pusat dengan Cabang-Cabang, Ranting dan,
juga dengan masyarakat di luar keanggotaan STI,
semoga dengan ini bisa menjadi jembatan komunikasi yang lebih harmoni,
buat persaudaraan antara anggota STI Pusat dan Cabang serta Ranting,
atau STI Pusat dengan masyarakat pada umumnya,
yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang STI.

wassalam....................